Ulasan Film : The Conjuring 2


conjuring kontak perkasa futuresKONTAK PERKASA FUTURES – Kisah seram The Conjuring yg diadaptasi dari kisah nyata pengusir setan Ed Warren & Lorraine Warren masih berlanjut. Para penggemar film horor tentu tak ingin melewatkan kelanjutan kisah di seri ke-2.Kali ini, duo paranormal investigator merangkap demonologis Ed (Patrick wilson) & Lorraine (Vera Farmiga) tak beraksi di Amerika. Mereka terbang ke London Utara untuk membantu Peggy Hodgson (Frances O’Connor). Keluarga Peggy diteror oleh setan penghuni rumah. Sang janda mengandalkan Ed & Lorraine untuk melindungi dirinya serta keempat anak yg masih kecil-kecil, Magaret (Lauren Eposito), Janet (Madison Wolfe), Billy (Benjamin Haigh) & Johnny (Patrick McAuley).

Sekalipun menakutkan, The Conjuring 2 bs dinikmati oleh para pencinta film, terutama horor. Alur ceritanya sangat baik & mulus. Penulis naskah Carey Hayes berhasil membuat perpindahan adegan dgn luwes, sehingga memudahkan para penonton untuk memahaminya.Butuh konsentrasi penuh agar benar2x memahami alur cerita The Conjuring 2. Lengah sedikit saja, para penonton bakal kesulitan memahami paparan ceritanya yg tak gamblang. Selama adegan demi adegan bergulir, para penonton diajak untuk terus memperhatikan detail agar tidak terkecoh.

Penonton juga dibuat penasaran dgn penampakan hantu yg sekelebat gentayangan. Sekalipun hanya “mengintip” & membayang-bayangi, kemunculan si hantu berhasil membuat para penonton kaget & tertekan.Namun setidaknya para penonton sedikit “terhibur” dgn sudut pengambilan gambar film ini yg sangat baik, disesuaikan dengan adegan & scoring. Sutradara James Wan berhasil mengarahkan sang juru kamera tuk tak lebay memperlihatkan sosok hantu.

Scoring menjadi unsur yg sangat penting dlm film horor. Bakal terasa hampa bila ada adegan seram yg mengagetkan tidak disertai suara sama sekali. Joseph Bishara menggarap scoring film ini dgn cukup baik, sama seperti seri perdananya.Kunci scoring dlm film horor adalah efek menggetarkan ketika sosok hantu terlihat. Bisa menggunakan suara bernada rendah selama beberapa detik, atau bisa juga menggunakan suara bernada tinggi dlm tempo sekian menit. Scoring film ini mengkombinasikan kedua suara itu.

Yg patut diacungi jempol, hasil kerja tim produksi dlm memadukan scoring dgn sudut pengambilan gambar & alur cerita dgn baik. Perpaduan harmonis itu membangun emosi penonton untuk merasakan ketakutan yg dirasakan karakter The Conjuring 2.Tak hanya menyajikan cerita horor, sutradara James Wan menyisipkan adegan-adegan humor. Bahkan ada adegan yg cukup lucu ketika memperlihatkan penampakan hantu. Para penonton pun tergelak melihatnya.

Menyisipkan adegan humor dlm film horor merupakan hal yg baik. Adegan itu berfungsi untuk mengistirahatkan saraf para penonton yg tegang. Tentunya itu bukan merupakan perkara mudah.Dari sekian banyak unsur2x yg baik, sayangnya terdapat nila setitik dlm film ini. Ada satu penampakan hantu yg terlihat sangat animasi & perannya pun tidak jelas, sehingga mengganggu mood.Secara keseluruhan film ini sangat baik. Angka sembilan dr 10 layak diberikan untuk The Conjuring 2. Film ini juga lebih baik daripada seri pertamanya. Banyaknya kejutan jadi nilai plus seri ke-dua ini.(Prz)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>