The Fed bakal pengaruhi arah IHSG | PT Kontak Perkasa Futures


Kontak perkasa – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,28% ke level 5.707,65 pada perdagangan Selasa (13/6). Rebound harga komoditas mendorong penguatan indeks.

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki mengatakan, penguatan IHSG didorong saham sektor pertambangan yang menguat 0,75%, sektor aneka industri 0,65%, dan konsumer 0,31%. “Hal ini seiring dengan rebound harga komoditas energi,” ujar Yaki kepada KONTAN, Selasa (13/6).

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra sepakat penguatan indeks kemarin didorong oleh sektor pertambangan. Penyebabnya adalah kenaikan harga batubara. Regulator energi di China akan mengurangi overcapacity. “Ini membuat harga batubara menguat, ADRO dan PTBA mencatat kenaikan 3,9% dan 1,36%,” kata Aditya.

Achmad memperkirakan, IHSG cenderung menguat dalam kisaran 5.665-5.750 pada hari ini. Tapi perlu diwaspadai, pasar masih rawan aksi profit taking di resistance 5.715-5.725. Hasil rapat The Federal Reserve pekan ini soal kenaikan suku bunga acuan akan mempengaruhi gerak IHSG.

Aditya memperkirakan, hari ini IHSG berpeluang melemah dan bergerak antara 5.684-5.727 karena potensi profit taking jelang rapat The Fed.

Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, analis Binaartha Parama Sekuritas mengatakan, ada three outside up candlestick pattern yang mengindikasikan potensi kenaikan indeks hari ini. Dia menambahkan, pasar global, termasuk juga pasar saham domestik menanti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) tentang kepastian kenaikan suku bunga Fed Fund Rate sebesar 25 basis poin pada Kamis (15/6) dini hari.

“Jika efeknya hawkish, maka market Amerika Serikat akan kebanjiran capital inflow dari negara-negara emerging markets termasuk Indonesia, sehingga IHSG akan mengalami capital outflow,” kata Nafan. Tapi jika efeknya dovish, maka IHSG tidak akan turun.

Kemarin, IHSG menguat 16 poin atau 0,28% ke level 5.707,64. Meski indeks menguat, investor asing malah mencetak penjualan bersih Rp 168,7 miliar.

Kenaikan indeks ditopang oleh transaksi 6,08 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,66 triliun. Volume dan nilai transaksi ini masih di bawah rata-rata harian bursa pada 2017. “Kebanyakan saham-saham second dan third liner yang main,” kata Achmad Yaki, analis BCA Sekuritas.

Meski ada potensi naik, Achmad mengingatkan bahwa tetap ada potensi koreksi. “IHSG cenderung bullish meski rawan profit taking,” kata dia.

Sekadar informasi, nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin merupakan angka terendah sejak pembukaan perdagangan pada 3 Januari 2017. Tapi ketika pembukaan perdagangan, IHSG masih berada di level 5.275,97 dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp 5.800 triliun. Bandingkan dengan nilai kapitalisasi pasar IHSG kemarin yang mencapai Rp 6.204,05 triliun.

Meski pasar masih dalam mode tunggu, Nafan melihat masih ada beberapa saham yang layak akumulasi beli. Saham-saham pilihan dia untuk akumulasi beli adalah AALI, TINS, WSKT, dan DOID.

(sumber: kontan.co.id)
Kontak perkasa

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>