Sepak terjang Sunny Tanuwidjaja
sepak terjang sunny tanuwidjaja di balai kota dki kontak perkasa futures

Sepak terjang Sunny Tanuwidjaja


Kontak Perkasa Futures?- Nama Sunny Tanuwidjaja ikut mencuat di pusaran korupsi pengurusan Raperda Zonasi reklamasi Pantai Utara Jakarta. Sunny dinilai sebagai penghubung antara DPRD DKI dan bos pengembang reklamasi.

READ MORE

[Video]Tewas Diterkam Harimau di Taman Safari
11 Fakta Superhero dalam Komik

Sunny dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini dengan terdakwa Presdir Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja. Dalam kesaksiannya, terungkap sepak terjang Sunny yang ditunjuk sebagai staf oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok).

Dalam persidangan, Sunny dicecar oleh Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta tentang Surat Keputusannya sebagai staf Ahok di Balai Kota. Sunny akui bahwa tak ada hitam di atas kertas dirinya menjadi orang dekat Ahok di Balai Kota.

“Tidak ada SK, hanya membantu di sana,” kata Sunny, Senin (25/7).

Siapa yang minta Anda jadi staf?” tanya hakim lagi.

“Pak Gubernur,” kata Sunny.

“Anda diangkat jadi staf hanya secara lisan?” tanya hakim lagi.

“Betul pak,” jawab Sunny.

Sunny mulai berkenalan dengan Ahok sekitar tahun 2010. Bahkan pada saat Pilgub DKI 2012, Sunny menjadi orang kepercayaan Ahok yang mengatur semua kegiatan politik saat kampanye mendampingin Joko Widodo (Jokowi). Sejumlah wawancara atau pertemuan yang melibatkan Ahok, harus melalui Sunny.

Di Balai Kota Jakarta, Sunny bisa dibilang ‘orang gelap’. Dia sendiri mengakui bahwa tidak banyak yang tahu dirinya adalah staf Ahok bidang politik.

Hal ini terungkap saat Hakim mencecar Sunny, biasanya seorang staf itu diangkat ada pelantikan dan SK-nya. Sehingga dikenal oleh publik. Hakim pun bertanya, artinya tak banyak yang tahu jika Sunny merupakan staf seorang Ahok.

“Hanya orang-orang tertentu saja (yang tahu),” jawab Sunny lagi.

Sunny memang bukan orang sembarangan.

Kontak Perkasa Futures – Dia adalah anak buah pengusaha minyak kelapa dan ekspor kayu Peter Sondakh. Sunny adalah CEO dari Rajawali Corporate Grup. Dia lulusan S2 Ilmu Politik di Northern Ilinois, Amerika Serikat.
Ahok juga pernah mengungkap, Sunny dekat dengan bos Sinar Mas, Franky Widjaja. Franky adalah anak dari Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group. Dan istri Franky adalah sepupu Sunny.

Sehingga bisa dibilang wajar jika Sunny mengaku tak digaji oleh Ahok di Balai Kota meski menjadi staf-nya. Namun Sunny mengakui, 15 orang staf lainnya digaji oleh Gubernur. Hanya dirinya yang tidak mendapatkan gaji.

“Saya tidak digaji dari gubernur, sementara staf lain dari operasional gubernur. Saya digaji dari tempat saya, dari Rajawali Corporation,” jawab Sunny.

Menurut Sunny, gaji seorang staf ahli tidak seberapa dibanding gaji tempat kerja profesional lainnya. Karena itu dia tak mau digaji kerja bersama Ahok.

“Gajinya (staf gubernur) berapa?” kata hakim.

“Dibandingkan dengan gaji mereka di tempat kerja profesional jauh pak.
Sekitar Rp 10 sampai Rp 20 juta per bulan,” jawab Sunny.

“Loh itukan lumayan,” kata hakim.

“Tapi jangan sampai merepotkan gubernur juga,” jawab Sunny.

Kasus ini mencuat berawal ketika pengembang menolak bayar kontribusi 15 persen seperti yang diinginkan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok). Karena itu, Presdir Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja menyuap anggota DPRD DKI dari Gerindra M Sanusi. Dengan harapan, DPRD DKI mengubah aturan itu di Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKSP).

M Sanusi pun ditangkap saat menerima uang suap dari Ariesman. DPRD DKI Jakarta diketahui meminta kontribusi hanya 5 persen saja. Hal ini yang membuat Ahok berang, karena aturan itu dinilai merugikan Pemprov DKI.

Sunny sendiri dinilai berperan dalam kasus itu sebagai perantara. Bahkan KPK telah meminta Imigrasi untuk mencekal Sunny bepergian ke luar negeri beberapa waktu lalu.
Selanjutnya (Kontak Perkasa Futures)

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>