PT KONTAK PERKASA | Waswas Kebijakan Moneter Global


Kontak perkasa – Bursa saham Asia melemah pada hari Kamis akibat kegelisahan atas kebijakan moneter global yang meningkat jelang pertemuan penting Bank of Japan dan Federal Reserve AS di minggu depan.

Nikkei 225 anjlok 1,20%, S&P/ASX 200 mereda 0,22% dan Komposit Shanghai turun 0,68%.

Di Australia, data pekerjaan Australia menunjukkan kejutan penurunan 3.900 pekerjaan pada bulan Agustus dalam angka perubahan pekerjaan, dibandingkan dengan peningkatan yang diharapkan sebesar 15.000. Namun, tingkat pengangguran merosot ke 5,6%, di bawah angka 5,7% dan tingkat partisipasi bergeser ke 64,7% dari 64,9%. Data ini menyoroti kapasitas cadangan dalam perekonomian yang mana Reserve Bank of Australia telah mencatat penempatan tekanan ke bawah pada pertumbuhan upah yang merupakan kunci prospek inflasi berbalik, setidaknya di bawah target sasaran pada akhir periode perkiraan RBA tersebut.

Keputusan Bank of Japan 21 September nanti membuat perhatian pasar tertuju pada laporan hari Rabu kemarin yang menunjukkan langkah suku bunga negatif lebih lanjut dan bisa diumumkan pada hari yang sama dengan keputusan Federal Reserve dalam kenaikan suku bunganya di minggu depan, mungkin menghasilkan efek yang sangat mengejutkan.

Yang dispekulasikan adalah apakah Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda akan mengumumkan langkah-langkah yang berasal dari ulasan kebijakan moneter disebutkan dalam pertemuan terakhir. Beberapa analis mengatakan tekanan kuat berasal dari Perdana Menteri Shinzo Abe yang memegang pilihan kebijakan yang efektif dan lebih jelas. Goldman Sachs (NYSE:GS) mengharapkan BoJ “mempertahankan kerangka kebijakan saat ini pada pertemuan di pekan depan dan bukan menggunakan penilaian yang komprehensif untuk meningkatkan visibilitas arah kebijakan masa depan”.

Di tempat lain, Gubernur Fed Lael Brainard mengatakan pada hari Senin bahwa kasus kebijakan pengetatan moneter dalam beberapa bulan mendatang kurang menarik. Komentar itu mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed berikutnya yang dijadwalkan tanggal 20-21 September. Perangkat Pemantau Suku Bunga Investing.commenunjukkan kesempatan 15% dari kenaikan suku bunga di minggu depan.

Semalam, bursa saham AS bervariasi setelah penutupan. Keuntungan diraih sektor Teknologi, Utilitas dan Kesehatan yang memimpin saham lebih tinggi sedangkan kerugian diderita oleh sektor Minyak & Gas, Keuangan dan Barang Konsumen memimpin saham lebih rendah.

Pada penutupan di NYSE, dengan Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,18% untuk menyentuh 1 bulan baru terendah, sedangkan Indeks S&P 500 turun 0,06%, dan indeks komposit NASDAQ bertambah 0,36%.

Sumber: investing.com

KONTAK PERKASA FUTURES

 

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>