PT Kontak Perkasa | Rilis Data Stok AS, Minyak Mentah Rebound setelah Jatuh Tajam


Kontak perkasa – Harga minyak mentah rebound di sesi Asia, Kamis, karena investor melihat penurunan tajam di minggu ini dalam lonjakan kenaikan stok minyak mentah AS telah berakhir dan menunggu kejelasan pergerakan OPEC untuk memangkas produksi.

Minyak mentah untuk pengiriman Desember di Bursa Perdagangan New York melonjak 0,73% menjadi $45,67.

Semalam, harga minyak jatuh ke tingkat terendah selama sesi perdagangan Amerika, menambah kerugian setelah data menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah AS naik tertinggi setidaknya sejak tahun 1984 di pekan lalu.

Badan Administrasi Informasi Energi AS mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa cadangan minyak mentah naik 14,4 juta barel dalam pekan yang berakhir 28 Oktober. Analis pasar mengharapkan peningkatan stok minyak sebesar 1,0 juta barel, sedangkan American Petroleum Institute Selasa malam melaporkan persediaan meningkat 9,3 juta barel.

Jumlah persediaan minyak mentah AS berada di 482,6 juta barel pada pekan lalu, EIA anggap sebagi “tingkat historis tertinggi sepanjang tahun ini”.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa persediaan bensin menurun 2,2 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 1,1 juta barel.

Untuk persediaan distilasi termasuk diesel, EIA melaporkan penurunan 1,8 juta barel.

Di tempat lain, minyak Brent untuk pengiriman Januari di Bursa Berjangka ICE London terakhir dikutip pada $47,08.

OPEC mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi ke range 32,5 juta hingga 33,0 juta barel per hari dalam pembicaraan yang diadakan di Aljazair pada akhir bulan September. Namun, kelompok minyak 14 anggota itu mengatakan tidak akan menyelesaikan rincian tentang kuota produksi individu sampai pertemuan resmi berikutnya di Wina pada 30 November mendatang.

Kemungkinan bahwa produsen minyak pulang dengan tangan hampa dari pertemuan itu tampaknya membesar setelah Irak, Iran, Nigeria dan Libya semuanya mengisyaratkan mungkin tidak mengambil bagian dalam kesepakatan pembatasan produksi yang diusulkan tersebut. Sikap Rusia yang belum jelas juga memicu ketidakpastian.

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>