PT KONTAK PERKASA | Pasar Saham Asia Bervariasi, Tokyo Jatuh Terfokus Strategi BoJ


Kontak perkasa – Pasar saham Asia bervariasi pada hari Rabu dalam perdagangan yang hati-hati menjelang pertemuan bank sentral utama di AS dan Jepang pekan depan.

Nikkei 225 berkurang 0,23% dalam spekulasi kebijakan pelonggaran Bank of Japan terpicu oleh sebuah artikel, Rabu di Nikkei dalaam harian bisnis yang mengatakan bank sentral mungkin memeperluas kebijakan suku bunga negatif dengan target pembelian aset, yang mencakup utang pemerintah, sebesar ?80 triliun mencapai titik jenuh.

Sebelumnya di Australia, indeks sentimen konsumen Westpac bulan September naik 0,3%, jauh di bawah kenaikan 1,0% terlihat. S&P/ASX 200 naik 0,12%. Di China, Komposit Shanghai melayang turun 0,22%.

Juga, transaksi berjalan Selandia Baru kuartal datang mengalami defisit NZ$945 juta kuartal-ke-kuartal, dibandingkan dengan NZ$410 juta terlihat, dan 7,38 miliar gap tahun-ke-tahun dibandingkan dengan NZ$6,74 miliar yang diharapkan, menyentuh 2,90% dari PDB terhadap 2,70% terlihat. Defisit itu lebih lebar dari yang diharapkan terutama akibat jasa Surplus jatuh setelah warga Selandia Baru bepergian ke luar negeri yang menghabiskan rekor NZ$1,4 miliar.

Semalam, saham AS lebih rendah setelah penutupan, dengan kerugian diderita sektor Minyak & Gas, Bahan Dasar dan Telekomunikasi yang memimpin saham lebih rendah.

Pada penutupan di NYSE, Dow Jones Industrial Average tertekan kuat 1,41% menyentuh 1 bulan baru terendah, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 1,48%, dan indeks Komposit NASDAQ menurun 1,09%.

Investor sekarang mengharapkan bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga di pekan depan setelah Gubernur Fed Lael Brainard memperingatkan pertentangan kenaikan suku bunga yang terlalu cepat. Pasar menghargai kesempatan 15% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed 20-21 September, menurut Perangkat Pemantau Suku Bunga Fed Investing.com.

Dalam pidato pada hari Senin, Brainard mengatakan kemajuan ekonomi AS terus berlanjut, tetapi Fed akan lebih bijaksana untuk terus menjaga pelonggaran kebijakan.

Komentar itu muncul setelah Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan Jumat bahwa suku bunga yang rendah meningkatkan kesempatan “overheating” ekonomi AS.

Sumber: investing.com

KONTAK PERKASA FUTURES

 

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>