PT KONTAK PERKASA | Minyak Brent & NYMEX Melesat Tajam Terkatrol Laporan Kejutan API


Kontak perkasa – Harga minyak mentah naik lebih lanjut di sesi Asia pada Rabu pagi setelah penurunan mengejutkan dalam perkiraan persediaan industri AS dan juga investor melihat ke depan pada data resmi persediaan Rabu malam.

Minyak mentah untuk pengiriman November di Bursa Perdagangan New York melonjak 1,79% menjadi $44,84 per barel. Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman November naik 1,24% ke $46,45 per barel.

American Petroleum Institute melaporkan hasil penurunan sebesar 7,5 juta barel di pekan lalu dengan stok bensin turun 2,5 juta barel dan persediaan distilat naik 1,4 juta barel

Data resmi Badan Administrasi Informasi Energi AS akan dirilis Rabu. Analis mengharapkan peningkatan 2,3 juta barel dalam stok minyak mentah. Persediaan bensin diperkirakan turun 1,5 juta barel, sedangkan stok sulingan, yang meliputi minyak bakar dan diesel, diperkirakan turun 1,4 juta barel.

Semalam, harga minyak memperpanjang penurunan semalam di perdagangan Amerika pada hari Selasa, jatuh ke level terendah dalam hampir enam minggu.

Kontrak tersebut jatuh ke $45,13 sebelumnya, terendah sejak 11 Agustus, setelah Venezuela mengatakan bahwa pasokan global diperlukan turun 10% dalam rangka mengurangi produksi ke tingkat konsumsi.

Pasokan minyak global 94 juta barel per hari perlu turun sekitar sepersepuluh untuk menyesuaikan dengan konsumsi, dikatakan Menteri Perminyakan Venezuela Eulogio Del Pino, Senin.

Minyak berjangka melonjak pada Senin setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa negara OPEC dan non-OPEC “dekat” dalam mencapai kesepakatan untuk menstabilkan pasar minyak. Tapi harganya berakhir turun dari level tertinggi di tengah skeptisisme apakah kesepakatan tersebut dapat disepakati.

Anggota OPEC, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan eksportir minyak mentah Timur Tengah besar lainnya, akan bertemu produsen non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia pada pembicaraan informal di Aljazair antara 26 dan 28 September.

Menurut para ahli pasar, kemungkinan bahwa pertemuan tersebut akan menghasilkan tindakan apapun untuk mengurangi banjirnya pasokan global muncul minimal. Sebaliknya, kebanyakan percaya bahwa produsen minyak akan terus memantau pasar dan mungkin menunda pembicaraan pembekuan dalam pertemuan resmi OPEC di Wina pada 30 November.

Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi di awal tahun ini telah gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran untuk mengambil bagian dari inisiatif, menggarisbawahi kesulitan dalam persaingan politik untuk menggabungkan konsensus.

Pasar juga menunggu hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve dan Bank of Japan pada hari Rabu mengenai petunjuk perdagangan lebih lanjut.

Sumber:investing.com

KONTAK PERKASA FUTURES

 

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>