PT KONTAK PERKASA | Mafia Pita Cukai Dibalik Kenaikan Rokok


PT KONTAK PERKASA FUTURES – Wacana kenaikan cukai rokok hingga 300 persen sedang digulirkan oleh pemerintah.

mafia cukai pt kontak perkasa futures

PT Kontak Perkasa Futures – Kenaikan itu justru hanya akan menguntungkan mafia cukai rokok di Bea Cukai yg selama ini menggerogoti penerimaan negara dari sektor itu.

?Kenaikan rokok perbungkus hingga Rp 50 ribu memiliki plus minus bagi negara & masyarakat,? ujar Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu , Arief Poyuono di Jakarta.

Bagi masyrakat yg memiliki kebiasaan merokok sudah jelas akan mengurangi kebiasaan mengkomsumsi rokok hingga 75 persen atau berhenti sama sekali.

Dari sisi politik kesehatan negara mungkin saja pemerintah akan bisa mengurangi ancaman bagi kesehatan kepada rakyat dengan berkurangnya masyrakat yg merokok & akan lebih hidup sehat.

“Tapi perlu dipertanyakan lagi apakah sudah ada data yg valid kalau menurunnya kualitas kesehatan masyarakat lebih disebabkan oleh komsumsi rokok yg sangat besar karena harga rokok yg murah dibandingkan harga rokok di luar negeri,? ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.

Sebenarnya, menurut dia, rendahnya kualitas kesehatan masyarakat lebih banyak dikarenakan kemiskinan yg terus meningkat, serta semakin jatuhnya daya beli masyarakat yg akhirnya rakyat kebanyakan tidak mampu mendapatkan makanan yg berkualitas, lalu buruknya ketersedian air bersih yg mudah didapat & murah harganya.

?Produk rokok cukup banyak menyumbangkan penerimaan negara yg sangat besar hingga Rp 139 triliun pada tahun 2015 dari penjualan cukai rokok,? katanya.

Lalu, rencana pemerintah akan menaikan cukai rokok bisa berimbas pada naiknya harga jual rokok.

Maka akan berpengaruh terhadap penerimaan cukai, tetapi tidak akan berpengaruh terhadap tingkat komsumsi rokok ,sebab masyrakat bisa mengkomsumsi rokok ilegal tanpa cukai rokok.

?Nah dampak penurunan penerimaan negara dari cukai rokok justru akan semakin menyebabkan turunnya kualitas kesehatan di masyarakat, karena akan menimbulkan PHK yg sangat besar di sektor Industri rokok & pengangguran di sektor pertanian tembakau & cengkeh , semuanya akan mengurangi pendapatan masyarakat. Belum lagi kios-kios rokok yg terancam tutup,? kata dia.

Dampak lain, APBN akan semakin defisit & cita- cita Presiden Joko Widodo untuk membangun infrastruktur akan banyak yg terbengkalai.

?Jadi tolong Presiden hati hati untuk masalah kenaikan cukai rokok, jika salah perhitungan maka akan berdampak buruk.Bisa bisa nanti Joko Widodo diturunkan oleh rakyat akibat ketidak puasan masyarakat terhadap kinerja ekonomi pemerintahan Joko Widodo yg hanya menciptakan bencana pengangguran di sektor Industri rokok & pertanian tembakau serta cengkeh yg berimbas kesektor lainnya akibat makin rendahnya daya beli masyarakat,? katanya.

Justru dia melihat saat ini ada keanehan antara komsumsi rokok yg meningkat di masyarakat tapi sektor penerimaan cukai tidak linier dengan total rokok bercukai yg dikomsumsi masyarakat.

Arief mengatakan, hal ini patut dicurigai adanya mafia pita cukai rokok yg bermain dengan produsen rokok bersama perusahaan pencetak pita cukai & oknum di bea cukai dengan menggandakan pita cukai yg hasilnya masuk ke oknum- oknum mafia pita cukai di dijajaran Bea & Cukai & Pabrik pencetak pita cukai.

Karena tidak ada cara yg jelas dalam mengontrol besaran pita cukai dengan produksi rokok bercukai yg dihasilkan pabrik rokok.

Praktik Mafia pita cukai rokok lebih banyak merugikan Kerugian negara karena dicurigai banyak gulungan pita cukai asli tapi ilegal beredar.

?Nah segera aja BPK KPK & aparat penegak hukum melakukan invrstigasi terkait pratIk mafia penjual pita cukai asli tapi palsu,” kata Arief Poyuono.

(Prz – PT Kontak Perkasa Futures)

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>