PT Kontak Perkasa Futures | Penguatan bursa AS terhenti, menanti pidato Trump


Kontak perkasa – Bursa saham Amerika Serikat (AS) tergelincir menutup perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Laju penguatan 12 hari berturut-turut Dow terhenti karena investor menunggu pidato Presiden Donald Trump

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 25,2 poin, atau 0,12 %, ke 20.812,24, S & P 500 telah kehilangan 6,11 poin, atau 0,26 %, ke 2..363,64 dan Nasdaq Composite turun 36,46 poin, atau 0,62 %, ke 5.825.,44.

Untuk bulan ini, Dow naik 4,8 % dan Nasdaq naik 3,8 %. Sedangkan, indeks S & P naik 10,5 % sejak pemilu 8 November.

Asal tahu saja, bursa saham telah meningkat tajam didukung sentimen dari janji-janji Trump melakukan reformasi pajak, belanja infrastruktur, dan deregulasi. Kini, investor menanti rincian yang spesifikasi atas janji-janji Trump itu.

Sebelumnya, Trump bertemu para gubernur di Gedung Putih dan menyampaikan kemungkinan meningkatkan belanja militer lebih dari 9%.

“Ada sejumlah besar optimisme dan euforia di pasar ini, “kata Michael O’Rourke, analis JonesTrading di Greenwich.

indeks Dow Jones Industrial Average di Wall Street telah meroket 2.400 poin sejak Donald Trump memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat  akhir 2016 lalu.  Dan kini, indeks Dow berada dalam kenaikan beruntung  terpanjang sejak 1987.

Namun  penguatan bursa yang begitu kencang – yang oleh pelaku pasar disebut sebagai Trump rally –  tak membuat legenda pasar saham Warren Buffett kehilangan optimismenya.

“Kita tidak sedang dalam kondisi pasar yang bubble atau hal semacam itu,” kata miliarder tersebut kepada CNBC, Senin (27/2/2017).

Kuncinya, tandas Buffett, adalah suku bunga tetap sangat rendah sehingga saham terlihat sebagai pilihan yang bagus.

“Dibandingkan suku bunga, saham sebenarnya berada di sisi murah,” kata Buffett.

Tentu saja, ada risikonya bahwa suku bunga akhirnya naik. Apa lagi mengingat rencana Federal Reserve menaikkan suku bunga beberapa kali tahun ini, dan janji Trump merangsang ekonomi meskipun tingkat pengangguran rendah.

“Jika suku bunga tujuh atau delapan persen, maka harga ini (saham) akan terlihat sangat tinggi,” kata Buffett.

Selama ini optimisme Buffett di bursa memang tepercaya. Tapi kali ini dukungannya pada saham datang saat muncul kekhawatiran bahwa rally Trump telah melaju terlalu jauh, terlalu cepat.

Bukan hanya Dow yang berturut-turut mencetak rekor selama 11 hari terakhir, tetapi tiga indeks utama juga mencetak rekor.

Pertanda lain dari dentuman optimisme di Wall Street adalah Indeks CNNMoney’s Fear & Greed yang belakangan ini berkedip “keserakahan ekstrim”. (sumber: kontan.co.id)
Kontak perkasa

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>