TNI AU: Malaysia-RI Harus Tentukan Batas Wilayah Udara Natuna

TNI AU: Malaysia-RI Harus Tentukan Batas Wilayah Udara Natuna


PT KONTAK PERKASA FUTURES

jet pt kontak perkasa futuresPT Kontak Perkasa Futures – TNI Angkatan Udara menyatakan pemerintah Republik Indonesia & Malaysia perlu segera menggelar konsultasi & koordinasi untuk menentukan batas2x wilayah udara di Natuna yg dapat dilintasi pesawat kedua negara. Ini menyusul insiden masuknya dua pesawat tempur Malaysia ke langit Natuna Sabtu pekan lalu, 25 Juni.

?Dari pantauan radar TNI AU yg ada di Natuna & Tanjung Pinang, jelas pesawat C-130 Hercules TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) 30-12 itu telah memasuki wilayah udara Indonesia & diidentifikasi sbg pesawat asing yg tidak mengantongi izin melintas di wilayah udara RI,? kata Kepala Dinas Penerangan TNI AI, Marsekal Pertama Wieko Syofyan di Jakarta, seperti dilansir Antara.

Kedua pesawat Malaysia itu kemudian dihalau sepasang jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU. ?Pengusiran terpaksa dilakukan karena pesawat Hercules TUDM melintas tanpa izin,? ujar Wieko.

Pemerintah Malaysia merespons hal tersebut, mengatakan kedua pesawat tempur mereka tidak melanggar wilayah udara Indonesia di atas Natuna. Namun, menurut Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu, Menhan Malaysia Hishammuddin Hussein minta maaf atas kejadian tersebut.

Menurut Wieko, aturan soal izin lintas di atas Natuna bagi pesawat negara sesungguhnya telah tertuang dlm perjanjian bilateral Indonesia-Malaysia tahun 1982. Berdasarkan perjanjian itu, pesawat negara memiliki hak lintas penerbangan tanpa terputus, cepat, & tak terhalang, melalui ruang udara di atas laut teritorial Republik Indonesia yg terletak di antara Malaysia Timur & Malaysia Barat.

Dgn demikian, pesawat Malaysia yg terbang untuk maksud tersebut mestinya tidak memerlukan clearance atau izin dari Indonesia. Masalahnya, ujar Wieko, Indonesia & Malaysia hingga kini belum menyepakati batas2x wilayah udara untuk lintas penerbangan & manuver pesawat udara.

Ketiadaan kesepakatan itu membuat TNI AU menganggap penerbangan pesawat tempur Malaysia di atas Natuna pekan lalu sbg pelanggaran udara.

Wieko menegaskan, sudah saatnya Indonesia & Malaysia duduk bersama untuk membahas koridor batas2x wilayah udara yg diperbolehkan bagi pesawat kedua negara melintas di atas Natuna.

Dua pesawat tempur Malaysia yg melintas di Natuna pekan lalu, lepas landas dari Royal Malaysian Air Force Subang, Shah Alam, Selangor, untuk misi pelatihan.

Kemarin, Menhan Ryamizard menyatakan telah berbincang secara lasg dgn Menhan Malaysia Hishammuddin. Ia juga meminta TNI AU & Angkatan Laut memperkuat koordinasi dgn negara2x tetangga.

(Prz – PT Kontak Perkasa Futures)

(1) Comment

  1. Pingback: WNI Diculik, Diplomasi Senjata - PT KONTAK PERKASA FUTURES

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>