PT Kontak Perkasa Futures | Pemerintah Tentang Kenaikan Rokok


PT KONTAK PERKASA FUTURES – Isu kenaikan harga rokok dianggap mampu menjadi momentum bagi para perokok untuk berhenti atau setidaknya mengurangi konsumsi rokok.

harga rokok pt kontak perkasa futures

PT Kontak Perkasa Futures – Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay berharap masyarakat bisa memaknai wacana kebijakan tersebut dengan positif.

Saleh juga meminta pemerintah mengkaji wacana tersebut jika mau ditindaklanjuti menjadi kebijakan.

Jangan sampai kenaikan harga rokok tersebut malah menguntungkan pengusaha.

Pemerintah harus memikirkan agar para petani tembakau juga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kenaikan harga rokok sebaiknya jangan sampai hanya ditujukan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah dari cukai.

Tujuan tersebut menurutnya bersifat sangat temporal & sektoral.

Pemerintah harus punya argumen logis bahwa kenaikan itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok bagi kesehatan.

Pembahasan formal dalam rapat komisi IX masih belum dilakukan.

Menurutnya, banyak anggota yg tak keberatan dengan wacana tersebut.

Akan tetapi, jika pemerintah nantinya mau menerapkan kebijakan tersebut, pembahasannya harus dilakukan lintas komisi.

Selain Saleh, Ade Komarudin juga setuju harga rokok naik.

Ketua DPR Ade Komarudin juga setuju dengan wacana kenaikan harga rokok yg rencananya akan naik hingga 50.000 rupiah per bungkus.

Menurut Ade, wacana tersebut sekaligus dapat mengurangi kebiasaan masyarakat agar tidak lagi merokok.

Rokok menurutnya adalah musuh bangsa yg sudah disadari semua orang.

Di samping itu, pendapatan negara juga secara otomatis akan bertambah jika harga rokok dinaikkan.

Kenaikan harga rokok juga akan membantu anggaran pendapatan & belanja negara (APBN) di masa mendatang.

Pemerintah juga mengaku mendengarkan usulan kenaikan harga rokok menjadi 50.000 ruupia per bungkus.

Ade melihat harga rokok di bawah 20.000 rupiah dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia.

Hal inilah yg memicu orang yg kurang mampu hingga anak-anak sekolah mudah membeli rokok.

Wakil Ketua DPD juga mengungkapkan hal yg senada.

Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris melihat bahwa di negara Indonesia, rokok bisa didapatkan dimana-mana.

Mulai dari lampu merah, warung hingga supermarket. Rokok bisa dibeli & dikonsumsi siapa saja, termasuk anak SD sekalipun.

Apabila membiarkan peredaran rokok tidak terkendali seperti sekarang ini, Fahira khawatir bangsa Indonesia nantinya akan melanggar undang-undang perlindungan anak yg mewajibkan pemerintah menyelenggarakan upaya kesehatan yg komprehensif bagi anak.

Fahira mengungkapkan, berdasarkan berbagai suvei, jumlah anak-anak yg mengosumsi rokok di Indonesia sudah masuk tahap yg mengkhawatirkan.

Dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Kemenkes, perokok jumlah pemula (usia 10-14 tahun) naik dua kali lipat lebih dalam 10 tahun terakhir.

Parahnya lagi, Fahira melihat di Indonesia, orang tua juga tidak merasa bersalah jika menyuruh anaknya membeli rokok & menghisap rokok di dekat anaknya.

Penjual tidak merasa melanggar hukum menjual rokok kepada anak-anak. Anak-anak kita tanpa rasa takut merokok di ruang-ruang terbuka.

(Prz – PT Kontak Perkasa Futures)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>