PT Kontak perkasa futures | Berita Pasar Keuangan Minggu ke 2 November 2017


Kontak perkasa – Inilah lima hal penting yang perlu Anda ketahui di pasar keuangan pada bulan November 2017:
1. Pound Inggris Keok, Permasalahan bagi May Menumpuk

Pound menderita kerugian besar pada awal pekan ini, akibat terpicu masalah yang dihadapi oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May setelah Sunday Times melaporkan bahwa 40 anggota parlemen dari Partai Konservatifnya telah sepakat untukTop menandatangani surat mosit tidak percaya kepada dirinya.

Hanya delapan lagi yang dibutuhkan untuk memicu kontes kepemimpinan partai, mekanisme yang memungkinkan May dipaksa keluar dari kantor dan digantikan oleh anggota Konservatif lain.

Pound berada di bawah tekanan tambahan setelah Sekretaris Inggris Brexit David Davis mengatakan pada hari Minggu bahwa Inggris tidak akan menawarkan angka atau formula tentang seberapa banyak kepercayaan terhadap Uni Eropa, menyoroti kurangnya kemajuan yang mengganggu negosiasi perceraian.

Sterling terakhir anjlok sekitar 1% terhadap dolar pada 1.3070, mundur dari puncak satu minggu di 1.3229 yang ditetapkan pada hari Jumat lalu. Pound juga turun terhadap euro, dengan EUR/GBP naik 0,7% ke puncak lebih dari satu minggu 0,8905.

2. Saham Global Kembali Mundur dalam Perdagangan Hati-Hati

Bursa saham global sebagian besar memerah dalam perdagangan hati-hati, karena pesimisme terhadap keadaan pemotongan pajak AS terus membantu pasar beranjak turun dari rekor tertinggi yang dicapai akhir pekan lalu.

Pasar Asia Pasifik sebagian besar berakhir lebih rendah. Di antara tren yang menonjol, Nikkei Jepang tumbang 1,3% menjauh dari level tertinggi 25 tahun yang diuji minggu lalu. Itu adalah penurunan satu hari Nikkei terbesar selama enam bulan.

Di Eropa, sebagian besar bursa di wilayah ini berada di zona negatif dalam perdagangan pertengahan pagi waktu setempat, dan investor fokus pada pendapatan, namun indeks London naik akibat pound yang melemah.

Di Wall Street, saham-saham AS tampak akan dibuka sedikit lebih rendah. investor juga melihat laporan keuangan utama untuk menetapkan nada pasar. Tiga indeks utama Wall Street mengakhiri hari Jumat jatuh, mengakhiri kemenangan beruntun delapan minggu.

3. Volatilitas Bitcoin Tidak Akan Pergi

Harga Bitcoin rebound, setelah merosot lebih dari 20% selama akhir pekan setelah upgrade perangkat lunak yang dibatalkan, sementara cabang Bitcoin Cash turun tajam menyusul rally 50% akhir pekan.

Bitcoin turun ke level $5.426 pada hari Minggu, anjlok hampir 32% dari rekor tertinggi $7.888 yang disentuh Rabu pekan lalu. Mata uang digital ini terakhir diperdagangkan di $6.350 pada hari Senin, bertambah naik hampir 10% pada hari ini.

Bitcoin, yang dikenal memiliki tren tajam, cenderung rebound dengan cepat dari area pullback. Harga telah meningkat lebih dari 500% sepanjang tahun ini dan pada harga sekarang memiliki kapitalisasi pasar total sekitar $105 miliar.

Saat pedagang Bitcoin jatuh beralih kepada versi alternatif mata uang digital, Bitcoin Cash, yang dihasilkan dari perangkat lunak lain yang dipisah pada tanggal 1 Agustus.

Bitcoin Cash terakhir berada di $1,154, anjlok sekitar 15% untuk hari ini, setelah melonjak sekitar 50% pada hari Minggu ke level tertinggi sepanjang masa di $2.790,00.

4. Minyak Tergelincir dari Tertinggi 28 Bulan, Pengeboran AS Meningkat

Harga minyak sedikit beranjak lebih rendah, tergelincir dari tingkat terkuat mereka dalam lebih dari dua tahun di tengah indikasi bahwa produsen AS akan meningkatkan produksi untuk memanfaatkan rally terbaru.

Perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan pada hari Jumat bahwa jumlah rig aktif minyak AS naik sembilan menjadi 738 minggu lalu. Ini adalah lonjakan terbesar sejak bulan Juni, yang memicu kekhawatiran bahwa produsen shale AS akan meningkatkan output dengan harga tetap bertahan di dekat level tertinggi 28 bulan.

Jumlah rig mingguan merupakan barometer penting bagi industri pengeboran dan berfungsi sebagai proxy produksi minyak dalam negeri.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS (WTI) berkurang 0,2% ke $56,62 per barel. Harga telah mencapai tingkat terbaik sejak Juli 2015 di $57,92 pada hari Rabu minggu lalu.

Sementara itu, minyak mentah Brent, patokan harga minyak di luar AS, turun 0,5% ke $63,20 per barel. Harga rally ke $64,65 Rabu pekan lalu, tingkat yang tidak terlihat sejak Juni 2015.

5. Alibaba Cetak Rekor Penjualan Satu Hari Terbesar; $45 Miliar

Raksasa e-commerce China meraup lebih dari $45 miliar keuntungan selama pesta belanja online tahunan yang dikenal sebagai ‘Singles Day’, menciptakan rekor baru dalam penjualan ritel global untuk satu hari dan menegaskan sebagai peristiwa belanja terbesar di dunia.

Melampaui catatannya sendiri dari tahun lalu, penjualan luar biasa Alibaba (NYSE:BABA) mencapai rekor 168,2 miliar yuan ($25,4 miliar). Itu merupakan kenaikan 39% yang mengesankan dari total penjualan tahun lalu yang mencapai 120,7 miliar yuan (17,79 miliar dolar AS).

Rival ritel online JD.com (NASDAQ:JD), perusahaan e-commerce terbesar kedua di China, juga menikmati penjualan yang kuat sebesar 127,1 miliar yuan ($19,14 miliar), naik 50% dari tahun lalu.
Edited: PT Kontak perkasa futures

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>