PT Kontak Perkasa Futures | BCA Akan Lanjutkan Langkah Akuisisi Tahun 2017


Kontak perkasa – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali memasukkan rencana akuisisinya pada Rencana Bisnis Bank (RBB)-nya pada tahun ini. Hal tersebut merupakan kelanjutan dari jalan panjang aksi anorganiknya yang sudah digagas sejak tahun 2015 lalu.

Wakil Direktur Utama Bank Central Asia Armand W Hartono menuturkan bahwa secara prinsip perseroan membidik bank yang sehat dan tidak terlalu besar. Namun, dirinya mengakui bahwa hingga saat ini perseroan masih sedang melakukan tahap kajian.

“Untuk kesiapan dananya si kita cukup fleksibel, tergantung ukurannya,” katanya di Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Lebih lanjut, dirinya mengatakan perseroan juga menyiapkan dana untuk suntik modal anak usaha.

Sebelumnya Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan perseroan berencana mengakuisisi dua bank kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I untuk memperbesar bisnisnya. Perusahaan yang tergabung dalam Grup Salim itu bahkan sudah menyiapkan dana sekitar Rp1 triliun hingga Rp3 triliun untuk proses akuisisi dan suntikan modal ke anak usahanya.

Jahja menambahkan pihaknya masih mempertimbangkan model bisnis setelah mengakuisisi dua bank tersebut. Apakah dua bank itu akan dimerger atau justru masuk ke dalam aset BCA karena ada aturan mengenai kepemilikan tunggal pada perbankan atau single presence policy.

Capping Bunga Kartu Kredit, BCA: Efek ke Pendapatan Hanya Sementara

Kebijakan Bank Indonesia terkait dengan penurunan batas maksimum atau capping bunga kredit menjadi 2,25% berpotensi menggerus keuntungan industri perbankan. Meski begitu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) optimistis hal tersebut hanya akan berdampak sementara.

Wakil Direktur Utama Bank Central Asia Armand W Hartono menjelaskan bahwa dengan adanya penurunan batas maksimum suku bunga kartu kredit pasti akan berdampak terhadap pendapatan bunga perusahaan. Namun, sifat hal tersebut hanya jangka pendek karena dengan murahnya bunga kartu kredit maka volume transaksi nasabah bakal mengalami peningkatan.

“Setelah volume transaksinya naik, pendapatan bunganya akan kembali lagi,” katanya di Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Lebih lanjut, dirinya mengatakan peningkatan volume transaksi tersebut merupakan kompensasi atas rendahnya bunga kartu kredit.

Armand mengungkapkan perseroan langsung menerapkan batas maksimum bunga kartu kredit tersebut pascaditerbitkannya Surat Edaran BI/No.18/33/DKSP perihal Perubahan Keempat tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu terbit.

“Langsung, apapun keputusan regulator langsung kami comply,” ungkapnya.

Sebagai catatan, BCA merupakan salah satu lembaga perbankan penyedia layanan kartu kredit terbesar di Indonesia. Merujuk pada data transaksi, di paruh pertama tahun 2016 lalu perseroan mengelola 2,85 juta kartu kredit dengan nilai transaksi kartu kredit sebesar Rp26 triliun. (sumber: investing.com)

Kontak Perkasa Futures

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>