PT KONTAK PERKASA | Prospek Mingguan – Minyak Mentah Berjangka: 10 – 14 Oktober


Kontak perkasa – Harga minyak jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga sesi pada hari Jumat pekan lalu, tapi masih mencetak kenaikan mingguan ketiga beruntun akibat pelaku pasar menunggu rincian pembatasan produksi yang direncanakan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak.

Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Desember tergelincir 58 sen, atau 1,1%, pada hari Jumat untuk menetap di $51,93 per barel pada penutupan perdagangan. Kontrak tersebut reli ke $52,84 pada hari sebelumnya, terbesar sejak 9 Juni.

Untuk minggu lalu, Brent berjangka London diperdagangkan melonjak $1,74, atau 3,35%, kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Harga minyak mentah telah dalam tren bullish sejak anggota OPEC mengejutkan pasar akhir bulan lalu dengan menyetujui kerangka kerja pemangkasan produksi untuk pertama kalinya selama delapan tahun dalam pembicaraan yang diadakan di sela-sela sebuah konferensi energi di Aljazair.

Kartel minyak itu juga mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi ke range 32,5 juta hingga 33,0 juta barel per hari, pengurangan 0,7% ke 2,2% dari produksi saat ini 33,2 juta barel.

Namun, analis pasar tetap skeptis dalam kesepakatan tersebut, mempertimbangkan bagaimana rencana itu akan dilaksanakan.

Produsen minyak OPEC merencanakan pertemuan informal dengan anggota non-OPEC Rusia di sela-sela Kongres Energi Dunia di Istanbul, Turki, yang berlangsung dari 09-13 Oktober untuk membahas bagaimana menerapkan kesepakatan pemangkasan tersebut. Namun tidak ada keputusan yang diperkirakan akan diambil di Istanbul, kata sumber-sumber OPEC.

Kelompok minyak 14-anggota itu mengatakan tidak akan menyelesaikan rincian atau menyelesaikan perjanjian produksi sampai pertemuan resmi kelompok organisasi tersebut di Wina pada 30 November.

Di tempat lain, di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman November merosot 63 sen, atau 1,25%, untuk mengakhiri minggu di $49,81 per barel. Harganya menyentuh puncak empat bulan di $50,74 sebelumnya di hari Jumat.

Pelaku pasar terus fokus ke prospek pengeboran AS, di tengah indikasi pemulihan yang berkelanjutan dalam kegiatan pengeboran. Penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan Jumat malam bahwa jumlah pengeboran sumur minyak AS di pekan lalu naik 3 menjadi 428, menandai peningkatan 14 kalinya dalam 15 minggu.

Beberapa analis telah memperingatkan bahwa reliharga saat ini bisa merugikan diri sendiri, karena mendorong produsen shale AS untuk mengebor lebih banyak, menggarisbawahi kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global.

Meskipun derita kerugian pada hari Jumat, minyak berjangka New York diperdagangkan naik $1,57, atau 3,15%, pada minggu lalu, setelah membukukan keuntungan dalam dua minggu terakhir.

Data menunjukkan persediaan minyak mentah AS jatuh dalam minggu kelima berturut-turut mendorong prospek permintaan konsumen minyak terbesar di dunia itu. Berdasarkan Badan Administrasi Informasi Energi AS, persediaan minyak mentah turun 3,0 juta barel di pekan lalu ke 499,7 juta, terendah sejak Januari.

Dalam seminggu ke depan, pedagang minyak akan fokus pada data persediaan AS di hari Rabu dan Kamis untuk sinyal permintaan dan penawaran baru. Laporan tersebut datang satu hari kemudian dari biasanya karena Hari Libur Columbus, Senin.

Sementara itu, investor akan mengawasi keluarnya laporan bulanan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan Badan Energi Internasional untuk mengukur tingkat permintaan dan penawaran global.

Pelaku pasar juga akan terus memantau gangguan pasokan di seluruh dunia untuk indikasi lebih lanjut dari keseimbangan pasar.

Menjelang minggu ini dimulai, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Selasa, 11 Oktober
Badan Energi Internasional akan merilis laporan bulanan permintaan dan penawaran minyak global.

Rabu, 12 Oktober
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak akan menerbitkan penilaian bulanan dari pasar minyak.

Kelompok industri American Petroleum Institute akan mempublikasikan laporan mingguan persediaan minyak AS.

Kamis, 13 Oktober
Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis data mingguan stok minyak dan bensin.

Jumat, 14 Oktober
Baker Hughes akan merilis data mingguan jumlah pengeboran minyak AS.

 

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>