Pakistan Upayakan Pembatalan Eksekusi Mati di Indonesia


PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pemerintah Pakistan meningkatkan upaya diplomatik untuk membatalkan eksekusi mati terhadap Zulfiqar Ali, terpidana mati kasus narkoba yg ditahan di Indonesia.

Penasihat Perdana Menteri Pakistan, Sartaj Azis, yg berda di di Laos untuk menghadiri Forum Regional ASEAN, berupaya untuk mengangkat isu ini dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi.

pakistan nusakambangan pt kontak perkasa futures

PT Kontak Perkasa Futures – Kementerian luar negeri Pakistan memanggil duta besar Indonesia di Islamabad untuk menyampaikan kekhawatiran terkait rencana eksekusi mati Ali.

Ali telah mendekam di penjara selama 12 (dua belas) tahun setelah ditangkap di rumahnya di kawasan Ciampea, Bogor, pada 22 November 2004.

Penangkapan dilakukan atas pengembangan penangkapan seorang warga negara India Gurdip Singh pada 29 Agustus 2004.

Ali disebut harus bertanggungjawab atas keberadaan narkotik jenis heroin seberat 300 (tiga ratus) gram yg ditemukan Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta ketika dibawa Gurdip Singh.

Usai ditangkap Singh mengaku bahwa ia membawa heroin menuju Malang atas perintah Ali.

Berbekal pengakuan tersebut, polisi pun bergerak untuk menangkap Ali. Saat penangkapan dilakukan, polisi disebut tak menemukan satu pun barang bukti narkotik dari kediaman Ali & istrinya.

Menurut Saut, wajar jika tak ada narkotik yg ditemukan pada diri Ali. Sebabnya, Ali diyakini bukan orang yg menyuruh Singh membawa heroin dari Jakarta menuju Malang saat itu.

Ali disebut baru kenal dengan Singh dua bulan sebelum sang warga India ditangkap. Ia memang diakui membelikan tiket pesawat untuk Singh menuju Malang. Namun, pembelian itu dilakukan atas permintaan Singh kepada Ali.

Ahad kemarin, pengacara Ali, Saut Edward Rajagukguk, mengungkapkan adanya proses hukum tidak adil (unfair trial) yg diduga terjadi pada persidangan kasus kliennya pada 2005 lalu.

Saut mengungkapkan, kliennya kerap mengalami penyiksaan agar mengaku memiliki heroin 300 (tiga ratus) gram.

Selain itu, Ali juga tak pernah didampingi penasehat hukum & penerjemah hingga sidang perdana di Pengadilan Negeri Tangerang digelar.

(Prz – PT Kontak Perkasa Futures)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>