Pound, Komoditas Hentikan Penurunan Pasca Brexit Terkait Optimisme Stimulus


PT Kontak Perkasa Futures – Pound dan Komoditas?Meningkat Pasca Brexit

PT Kontak Perkasa Futures – Poundsterling menguat untuk pertama kalinya sejak guncangan warga Inggris menyatakan untuk meninggalkan Uni Eropa dan komoditas menguat di tengah tanda-tanda pihak otoritas akan mengambil langkah-langkah untuk membatasi kejatuhan ekonomi. Indeks saham berjangka AS dan Inggris rally seiring saham Asia hapus kerugian.

Sterling menguat pasca anjlok tajam sebesar 11 persen menuju level rekor terendahnya selama dua sesi terakhir, sementara indeks kekuatan greenback hentikan rally terbesarnya sejak 2011 lalu. Bloomberg Commodity Index rebound dari level tiga pekan terendahnya seiring minyak naik ke sekitar level $47 per barel dan logam industri meningkat. Sebuah paket stimulus fiskal senilai US$17 miliar mendorong geliat pasar saham di Korea Selatan, sementara saham Jepang terapresiasi oleh laporan surat kabar yang mengatakan anggaran tambahan telah diusulkan. Obligasi imbal hasil berdaulat kembali turun ke level terendah baru di Australia, Jepang dan Korea Selatan seiring futures menunjukkan bahwa ada kemungkinan bagi The Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuan dalam pertemuan berikutnya pada bulan Juli.

 

Mayoritas warga Inggris memilih untuk memisahkan diri dari Uni Eropa yang menghapus hampir senilai US$4 triliun dari nilai ekuitas global, mendorong investor menjual aset berisiko di tengah geraman kekhawatiran dan pergolakan politik akan mengganggu pemulihan ekonomi global yang sudah rapuh. Fed Fund futures menunjukkan 9 persen kemungkinan bagi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Februari dan kemungkinan 20 persen dipangkas. Sebelum referendum U.K. ini, ada nol prospek pengurangan dan 52 persen kemungkinanan suku bunga akan dinaikan.

Para pemimpin Uni Eropa akan berkumpul di Brussels pada hari Selasa ini untuk memulai pertemuan puncak Dewan Eropa selama dua hari untuk membahas keputusan Inggris untuk meninggalkan blok itu. Data ekonomi AS yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen masih berada pada level terendahnya dalam enam bulan terakhir pada bulan ini, sementara Gubernur bank sentral China (PBOC) Zhou Xiaochuan dijadwalkan akan berbicara di forum yang diselenggarakan oleh Bank Sentral Eropa. Gubernur Bank of England Mark Carney dijadwalkan memimpin pertemuan pejabat bank sentral guna membahas stabilitas keuangan.

Mata Uang

Pound menguat 0,5 persen pukul 1:56 waktu Tokyo, yang didukung oleh indikator teknis yang menunjukan penurunan sejak hari Kamis sudah berlebihan. Yen sedikit berubah, pasca melonjak lebih dari 4 persen selama dua sesi terakhir. The Bloomberg Spot Indeks Dollar melemah 0,4 persen, pasca dua hari melompat 2,7 persen.

Mata uang negara-negara pengekspor komoditas mengalami rally, dengan dolar Australia dan Selandia Baru naik 0,7 persen terhadap greenback dan rand Afrika Selatan naik 1,1 persen.

Komoditas

The Bloomberg Commodity Index naik 0,7 persen. Minyak mentah naik 1,6 persen untuk perdagangan di level US$47,05 per barel di New York, sementara tembaga dan nikel naik 1,2 persen di London.

Emas tergelincir 0,7 persen, pasca naik tajam sebesar 5,4 persen dalam dua sesi terakhir, reli tertajam sejak Januari 2009 lalu. (izr-PT?Kontak Perkasa Futures)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>