KONTAK PERKASA FUTURES | Naga, Legenda Atau Nyata?


PT KONTAK PERKASA FUTURES – Penampakan ular naga, Mungkin itulah pokok pembicaraan yg hangat jika kita mendengar istilah naga dalam pembicaraan sehari hari.

Naga bisa dikatakan adalah kakek buyut dari berbagai monster yg ada di dunia yg banyak di gambarkan atau dilukiskan di berbagai dinding goa selama 25.000 tahun & selama 8000 tahun di Cina.

naga pt kontak perkasa futures

PT Kontak Perkasa Futures – Pada zaman suku Aztec & Celtic pencitraan naga sangatlah ditakuti karena kepercayaan akan naga yg mempunyai cakar & mengeluarkan api dari mulutnya.

Apakah naga itu nyata atau hanya sekedar legenda?

Naga merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan bangsa China.

Hal ini dapat dilihat dari budaya China yg hampir semuanya berhubungan dengan hewan legenda ini.

Sebaliknya, para peneliti telah lama meyakini bahwa naga hanyalah merupakan mahkluk khayalan semata yg hanya hadir dalam legenda-legenda klasik.

Namun sebuah penemuan pada tahun 1996 seolah menjawab keragu-raguan para ahli.

Para arkeolog di China berhasil menemukan fosil naga ini di Desa Guanling, Kota Anshun, China.

Penemuan ini membuktikan bahwa hewan yg dikeramatkan ini a pernah ada.

Dalam bingkai ilmu pengetahuan, naga merupakan reptil yg hidup di samudra pada masa Triasik sekitar 200 juta tahun yg lalu.

Naga merupakan makhluk amfibi, ia banyak menghabiskan waktunya di air & terkadang berjalan ke daratan.

Naga merupakan legenda yg tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat China.

Hewan dari masa lalu ini, sering hadir dalam kisah-kisah masa lalu China & dianggap sebagai makhluk yg istimewa.

Orang Mandarin juga meyakini bahwa mereka adalah titisan dari naga.

Hal inilah yg membuat penemuan pada tahun 1996 ini di sambut baik masyarakat.

Fosil naga yg ditemukan di Desa Guanling itu dilengkapi dengan sepasang tanduk di atas kepalanya.

Wujud dari naga ini menyerupai hewan legenda yg sering terdapat dalam legenda.

Fosil ini dalam kondisi baik dengan Panjangnya keseluruhan mencapai 7,6 m, kepalanya 76 cm & lehernya 54 cm.

Tubuhnya memiliki panjang 2,7 m serta lebar 68 cm, & buntutnya 3,7 m.

Kepala naga ini berbentuk segitiga, dengan lebar mulut 43 cm.

Bagian terlebar di kepala naga ini mencapai 32 cm, kedua tanduknya, dengan bentuknya yg simetris menjulang dari bagian terlebar tersebut & berukuran 27 cm.

Tanduknya berbentuk agak sedikit melengkung serta condong ke samping, sehingga semakin membuat fosil tersebut menjadi seperti naga dalam legenda.

Fosil itu pada akhirnya dipamerkan pada tahun 2007 di Xinwei Ancient Life Fossils Museum di Anshun, Guizhou, China.

Tak pelak lagi, penemuan ini benar-benar mengegerkan masyarakat.

Karena ini adalah pertama kalinya bagi China untuk menemukan sebuah fosil ?naga? yg dilengkapi sepasang tanduk.

Penemuan ini menyajikan bukti tentang kemungkinan naga memiliki tanduk.

Penemuan fosil ini memberi informasi ilmiah yg penting bagi manusia untuk melacak asal-usul legenda naga di China.

Penemuan di Yunnan & Sungai Liachoe

PT Kontak Perkasa Futures – Penemuan lainnya terjadi di Provinsi di dekat sebuah desa di Fuyuan, China baratdaya pada tanggal 22 Januari 2007.

Penduduk setempat menemukan fosil naga berukuran kecil yg telah melekat pada lempengan batu di dalam sebuah gua di atas sebuah bukit.

Para petani di desa itu telah melakukan penggalian fosil sejak tahun 2000 untuk mencari ?sisa-sisa? dari legenda naga karena terinspirasi oleh penemuan naga yg dipamerkan di Guizhou.

Para petani melakukan itu untuk menambah penghasilan dengan menjual fosil tersebut kepada para peneliti.

Sebelumnya, untuk membuktikan keberadaan naga itu, para arkeolog China melakukan ekskavasi sejak tahun 1983 di beberapa lokasi yg diyakini pernah ditinggali oleh peradaban China kuno.

Ekskavasi pertama dilakukan di sekitar Desa Niuheliang, di kaki Gunung Merah (Red Mountain).

Tepatnya, berada di lokasi lembah Sungai Liachoe.

Dari beberapa temuan membuktikan, bahwa di daerah ini pernah ditinggali sebuah peradaban kuno yg cukup maju ribuan tahun silam.

Pada penggalian pertama, para arkeolog menemukan dua potongan batu giok berbentuk seekor naga.

Giok naga ini diukir secara halus, berwarna hijau transparan.

Penemuan pertama ini, menurut para arkeolog sangat berharga.

Dari bukti itu terlihat peradaban ribuan tahun silam memang sudah mengenal budaya ukiran yg sangat halus & tak kalah indah dengan hasil pahatan zaman sekarang.

Penggalian hingga tahun 2003 itu melibatkan puluhan arkeolog dari Research Institute of Lioning Province, & telah menyelesaikan pekerjaan pada 16 situs.

Mereka mengaduk-aduk situs pada areal 1.576 meter persegi. Menggali enam kuburan kuno yg diduga adalah kuburan para pimpinan masa itu.

Dari hasil penggalian itu, ditemukan 479 potong bukti-bukti yg mengarah tentang keberadaan ular naga, dalam bentuk fosil rahang & bagian tubuh lainnya yg diduga merupakan bagian tubuh dari seekor ular besar.

Termasuk tiga potong patung naga yg terbuat dari batu giok halus, yg ditemukan dari kuburan kuno.

Konon temuan giok patung naga itu, hampir sama dengan temuan hasil ekskavasi di Desa Sanxingtala pada tahun 1970.

Desa ini masuk dalam wilayah Kota Cipeng di Monggolia Dalam.

Profesor So Bingqi, seorang arkeolog terkenal di China & merupakan Ketua Asosiasi Arkeolog Cina mengungkapkan, temuan terbaru itu masih harus diteliti lebih jauh.

Terutama dengan uji karbon, untuk menentukan umur binatang purba itu & merekonstruksi seluruh bentuk fisiknya.

Penggalian dilakukan lebih dalam lagi, untuk mencari bagian fosil lainnya yg bisa membuktikan, apakah fosil itu merupakan binatang melata biasa atau memang seekornaga yg diduga hidup lebih muda beberapa ribu tahun dari zaman binatang purba Dinosaurus, T-Rex, Brontosaurus & binatang-binatang purba lainnya.

Namun dari ukuran tubuh, yg bentuknya lebih kecil dibandingkan dengan sejenis dinosaurus, diduga kuat temuan itu memang adalah sejenis ular pemangsa.

Karena terlihat dari taringnya yg sangat tajam yg mengarah ke dalam, seperti halnya pada binatang pemangsa lainnya yg ditemukan lebih dahulu seperti T-Rex.

Nenek Moyang Ular

PT Kontak Perkasa Futures – Penelitian di sekitar lembah Sungai Liachoe terus dilanjutkan para arkeolog, untuk menentukan apakah temuan ini hanya satu-satunya bukti atau masih ada yg lain.

Ternyata dugaan dari para arkeolog itu tidak sia-sia, penggalian di ?Red Mountain Goddes?, ternyata ditemukan bukti lainnya yg saling mendukung.

Temuan serupa di lokasi ini, menemukan beberapa bukti lain yg menguatkan keberadaan naga itu.

Baik arkeolog Bingqi maupun Daahun, anggota Tim Kerja pencari bukti keberadaannaga itu menyimpulkan, ular yg selama ini dimitoskan itu memang ada.

Hanya apakah bentuknya memang sempurna, seperti nagayang digambarkan dalam bentuk patung seperti di biara atau hanya ular purba biasa?

Semua itu masih dalam tanda tanya. Para arkeolog masih mencari bukti-bukti lain, & merekonstruksinya secara sempurna.

Untuk sementara, mereka berhasil merekonstruksi temuan fosil itu adalah sejenis binatang ular purba.

Hal ini terlihat jelas, dari kerangka kepala yg mengarah pada sebuah kerangka ular.

Namun masih belum sempurna, karena beberapa bagian lain yg diduga berupa tulang rawan bentuknya masih samar-samar.

Tapi semua arkeolog meyakini, fosil itu adalah fosil naga, nenek moyang ular-ular sekarang.

PT Kontak Perkasa Futures – Mengenai keraguan bentuk naga sebenarnya, untuk sementara mereka sepakat gambaran patung-patung naga yg dibuat sejak ribuan tahun lalu, diduga kuat itu mewakili bentuk ular naga sebenarnya meski bukti-bukti pendukungnya masih dideteksi.

Mereka juga setuju bahwa gambaran yg ditemukan dalam bentuk patung giok naga(patung dari hancuran emas & perungu, diperkirakan berumur 8.000 tahun lebih) merupakan gambaran bentuk asli dari naga yg kini tinggal fosilnya.

Pada akhirnya bukti-bukti bahwa naga pernah ada, layak didukung dengan harapan hendaknya hewan ini wakil dari wujud kebaikan.

Sebab bukan tidak mungkin, pemujaan Bangsa China maupun bangsa lainnya dikarenakan suatu hal baik yg pernah dilakukan oleh naga atau ? hewan sejenis ular besar? kepada manusia di masa-masa lampau.

Bangsa & Negara yg Memiliki Kisah Naga :

China : disebut Long, berbentuk ular dengan empat kaki yg berkuku.

Vietnam : disebut Rong.

Jepang : disebut Ryu, memiliki tiga kuku tajam.

Korea : disebut Yong ( naga langit) , Yo (naga laut) & Kyo (naga gunung).

Siberian : disebut Yilbegan ? India : dikenali Vyalee & banyak diukir di kuil Selatan India.

Germanic/Scandinavian : disebut Lindworm, berbentuk ular besar yg berkaki dua.

Wales : disebutY Ddraig Goch, naga merah yg tertera pada bendera negeri itu.

Hungarian : disebut Zomok, berbentuk ular yg tinggal dalam paya & seringmemangsa khinzir atau biri-biri.

Slavic : disebut Zmey, Zmiy & Zmaj , menyerupai naga Eropa tetapi memiliki banyak kepala, dapat menyemburkan api.

Romanian : disebut Balaur, memiliki sirip, berukuran besar & berkepala banyak. Chuvash: disebut Vere Celen, Amerika- Meso-amerika: disebutAmphitere,Inca: disebut Amaru, Brasil: dikenali sebagai Boi-tata.

PT Kontak Perkasa Futures – Masih banyak lagi hal yg menuju pembuktian bahwa keberadaan Naga itu benar adanya namun tak satupun dari semua hal tersebut memberikan kepuasan dalam menjawab Legenda naga ini.

Mungkin Naga akan tetap menjadi misteri sampai ujung jaman.

(Prz – PT Kontak Perkasa Futures)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>