KONTAK PERKASA FUTURES | Penyakit Medis Yang Dikaitkan Santet


PT KONTAK PERKASA FUTUREs – Ilmu santet sangat dikenal masyarakat meski tak bisa dijelaskan secara ilmiah.

penyakit santet pt kontak perkasa futures

PT Kontak Perkasa Futures – Saking terkenalnya, penyakit-penyakit tertentu yg menunjukkan gejala aneh & tak wajar terkadang juga dikaitkan dengan santet atau guna-guna.

Berikut beberapa penyakit yg sebenarnya bisa dijelaskan secara medis namun sering disalahartikan dengan santet.

1. Epilepsi

Epilepsi merupakan gangguan saraf yg terjadi karena otak kelebihan muatan listrik.

Namun karena kurangnya informasi, kejang karena epilepsi sering disalahartikan sebagai gangguan jiwa, kesurupan bahkan santet.

“Bangkitan (kejang) epilepsi sering disalahartikan dengan gangguan jiwa. Bangkitan itu bukan karena gangguan jiwa, bukan kutukan, bukan guna-guna, hanya muatan listrik otak yg berlebihan. Istilahnya listrik otak konslet,” jelas Dr Kurnia Kusumastuti, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi (Pokdi) Epilepsi.

2. Autis

“Autisme & santet adalah 2 hal berbeda yg tidak saling berhubungan,” kata pendiri Masyarakat Peduli Autisme Indonesia (MPATI), Gayatri Pamoeji, dalam buku 200 Pertanyaan & Jawaban Seputar Autisme.

Menurutnya, jika autis terjadi karena santet, maka kasus ini tidak terjadi di belahan Bumi lainnya seperti Amerika, Australia, maupun Eropa.

Sebab di negara-negara maju di benua tersebut, santet tidak populer.

3. Sleep paralysis atau tindihan

Terbangun tengah malam tetapi tidak bisa menggerakkan badan sama sekali sering dikaitkan dengan ditindih makhluk halus atau kena guna-guna.

Namun pakar kesehatan tidur yg juga seorang dokter spesialis saraf dari RS Medistra, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, membantahnya dengan tegas.

Menurutnya, fenomena ini disebut dengan istilah sleep paralysis atau dalam Bahasa Jawa disebut tindihan.

Gangguan ini erat hubungannya dengan kesehatan tidur.

Sleep paralysis adalah bagian dari mimpi yg masuk ke dalam keadaan bangun.

Jadi sebagian tubuh masih tidak bekerja & otot-otot masih lemah, sementara mata sudah terbuka.

“Bukan, bukan santet,” tegasnya.

4. Sindrom Tourette

Sindrom Tourette adalah kelainan saraf dengan ciri khas melakukan gerakan berulang-ulang yg tidak disadari atau disebut ‘tics’.

Contohnya mengedipkan mata, mengangkat bahu terus menerus, kedutan pada wajah, latah dengan mengeluarkan kata-kata apa saja, bahkan kata-kata kotor.

Karena gejalanya tersebut, kelainan ini sekilas terlihat seperti gejala kesurupan atau kena guna-guna, hanya saja gejalanya bisa bertahan hingga setahun lebih.

Sindrom ini umumnya dialami anak-anak berusia 12-17 tahun.

Sampai saat ini, penyebabnya belum diketahui dengan pasti.

5. Indigo

Indigo artinya nila atau keunguan & konon merujuk pada aura tubuh yg tak dimiliki sembarang orang.

Seseorang dikatakan indigo jika memiliki kemampuan di luar nalar, misalnya memiliki indera keenam, kemampuan supranatural, mampu melihat makhluk halus, hingga membaca masa depan.

Meski terdengar tidak masuk akal, tapi nyatanya jumlah orang yg terlahir dengan indigo cukup banyak di seluruh dunia.

Beberapa penelitian sudah dilakukan untuk mengungkap sisi ilmiahnya, namun belum membuahkan hasil yg memuaskan.

Sementara masih banyak dugaan mengenai orang indigo, termasuk akibat guna-guna.

6. Skizofrenia

Ketika ada keluarga yg tiba-tiba mengalami gangguan yg ditandai dengan histeria, teriak-teriak, kurangnya kontrol atas tindakan & emosi, tidak jarang dikira kesurupan atau kena santet.

Namun bila ditilik dari sisi medis, kondisi tersebut bisa terjadi karena skizofrenia.

Skizofrenia atau sering disebut ‘gila’ merupakan gangguan otak parah yg biasanya mengkombinasikan halusinasi, khayalan serta gangguan pikiran & perilaku.

Penyebabnya masih belum diketahui, hanya saja para ilmuwan percaya kombinasi genetik & lingkungan berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini.

(Prz – PT Kontak Perkasa Futures)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>