Kenaikan suku bunga Fed akan pukul jutaan konsumen | PT Kontak Perkasa Futures


Kontak perkasa – The Federal Reserve diprediksi akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 0,25 basis poin pada pekan ini. Jika benar hal itu terjadi, maka kebijakan ini akan berdampak pada jutaan konsumen, di mana mayoritas dari mereka akan kesulitan untuk melakukan pembayaran bulanan terhadap kartu kredit dan sejumlah utang lainnya karena akan menjadi lebih mahal.

Meskipun mungkin tidak terdengar banyak di atas kertas, langkah kenaikan suku bunga The Fed akan memiliki sejumlah konsekuensi.

Perusahaan jasa informasi keuangan TransUnion menemukan, saat The Fed melakukan langkah serupa seperti Desember 2016, sekitar 8,6 juta konsumen tidak dapat mengantisipasi pukulan tersebut. Meskipun langkah tersebut membebani biaya rata-rata pemegang hutang hanya US$ 18 per bulan, namun hal itu “menimbulkan tantangan finansial bagi jutaan konsumen” dalam tiga bulan setelahnya.

Apalagi, kerugian yang ditanggung tidak hanya untuk orang-orang yang berada di bagian bawah tangga kredit.

“Kabar buruknya adalah ada orang, bukan hanya subprime atau near-prime tapi prime, prime-plus dan super prime (terpengaruh) yang mungkin tidak terpikirkan oleh pihak yang meminjamkan dana. Ini adalah sesuatu yang perlu mereka perhatikan,” kata Nidhi Verma, direktur senior penelitian dan konsultasi untuk TransUnion.

The Fed sudah menahan suku bunga acuannya di level mendekati nol selama tujuh tahun, yakni selama krisis finansial terjadi. Sejak Desember 2015, bank sentral berupaya untuk melakukan normalisasi kebijakan untuk mengangkat perekonomian AS keluar dari penurunan terburuk sejak Great Depression.

Konsumen pun mengambil keuntungan dari kebijakan suku bunga. Mereka mengajukan kredit murah untuk pinjaman konsumen, KPR, dan kredit mahasiswa. Berdasarkan data The Fed, total utang konsumen secara keseluruhan saat ini adalah US$ 3,8 triliun, naik 31% dalam lima tahun terakhir.

Dari nilai total tersebut, lebih dari US$ 1 triliun adalah pinjaman bergulir – pada dasarnya kartu kredit dan kredit lainnya. Utang semacam itu terkena dampak paling cepat saat The Fed mengerek suku bunga. Kenaikan suku bunga The Fed memicu pergerakan bunga ke tingkat bunga pokok, yakni bunga yang digunakan kreditur sebagai basis atas apa yang harus dikenakan biaya.

Yang pasti, dampaknya terhadap peminjam KPR akan sangat minim karena pinjaman tersebut didasarkan pada suku bunga jangka panjang yang tidak akan mengalami peningkatan meski suku bunga The Fed meningkat.

“Yang mengejutkan adalah superprime (peminjam) juga akan memiliki kemampuan negatif untuk menyerap kenaikan ini. Karena konsumen terkait tidak memiliki kapasitas untuk melakukan pembayaran ini, tentu saja akses kredit akan dibatasi,” kata Verma.

Pakar personal finance menyarankan peminjam bijaksana untuk menyimpan dana darurat untuk kenaikan yang tak terduga. TransUnion memperkirakan, kenaikan 1 percentage point pada suku bunga The Fed -yang secara teoritis bisa terjadi pada tahun depan atau lebih- akan merugikan 2,5 juta konsumen.

Mereka yang memegang pinjaman mahasiswa juga berada dalam posisi yang sangat rentan. Utang yang terkait dengan pendidikan AS mencapai US$ 1,4 triliun, naik 36,3% selama lima tahun terakhir. Tingkat rata-rata nilai utang meningkat, naik dari 3,76% tahun lalu menjadi 4,45% untuk periode 2017-18. Di sisi lain, ada prediksi atmosfer di Washington semakin tidak bersahabat.

“Kenaikan suku bunga ini relatif kecil dan tidak akan secara drastis mengubah beban pinjaman bulanan para konsumen. Tapi sekarang ini merupakan iklim yang sulit bagi debitur secara umum saat ini,” kata Brianna McGurran, pakar kredit mahasiswa dari NerdWallet. (sumber: kontan.co.id)
Kontak perkasa

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>