Harga Minyak Tergelincir, Wall Street Ditutup Melemah | PT Kontak Perkasa Futures
Kontak Perkasa Futures

Harga Minyak Tergelincir, Wall Street Ditutup Melemah | PT Kontak Perkasa Futures


Kontak perkasa – Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali memerah menutup perdagangan Rabu (21/6/2017) atau Kamis dini hari WIB. Setelah minyak gagal untuk pulih dari penurunan tajam sesi sebelumnya.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average turun 57,11 poin atau 0,27 persen menjadi ditutup pada 21.410,03, dengan penurunan terdalam saham Caterpillar.

Indeks S&P 500 tergelincir 1,42 poin atau 0,06 persen, berakhir pada 2.435,61, dengan sektor energi memimpin penurunan terdalam dari delapan sektor lainnya. Indeks Nasdaq Composite naik 45,92 poin atau 0,74 persen menjadi ditutup pada 6.233,95.

“Sepertinya cukup banyak ketidakpastian. Minyak yang menembus di bawah US$ 43.80 menyebabkan lebih banyak kekhawatiran,” kata Daniel Deming, direktur pelaksana KKM Financial.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengumumkan persedian minyak AS turun 2,5 juta berel. Namun demikian, produksi minyak AS naik menjadi 9,35 juta barel per hari pekan lalu, menandai tingkat tertinggi dalam hampir dua tahun.

Kontrak minyak untuk pengirim Agustus turun 2,3 persen menjadi menetap di level 42,53 dollar AS per barel dan mencapai level terendah sejak Agustus. Harga minyak turun lebih dari 2 persen dan memasuki pasar bearish pada Selasa.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali memerah menutup perdagangan Rabu (21/6) atau Kamis dini hari WIB. Setelah minyak gagal untuk pulih dari penurunan tajam sesi sebelumnya.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average turun 57,11 poin atau 0,27% menjadi ditutup pada 21.410,03, dengan penurunan terdalam saham Caterpillar.

Indeks S&P 500 tergelincir 1,42 poin atau 0,06%, berakhir pada 2.435,61, dengan sektor energi memimpin penurunan terdalam dari delapan sektor lainnya. Indeks Nasdaq Composite naik 45,92 poin atau 0,74% menjadi ditutup pada 6.233,95.

“Sepertinya cukup banyak ketidakpastian. Minyak yang menembus di bawah US$ 43.80 menyebabkan lebih banyak kekhawatiran,” kata Daniel Deming, direktur pelaksana KKM Financial.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengumumkan persedian minyak AS turun 2,5 juta berel. Namun demikian, produksi minyak AS naik menjadi 9,35 juta barel per hari pekan lalu, menandai tingkat tertinggi dalam hampir dua tahun.

Kontrak minyak untuk pengirim Agustus turun 2,3% menjadi menetap di level US$ 42,53 per barel dan mencapai level terendah sejak Agustus. Harga minyak turun lebih dari 2% dan memasuki pasar bearish pada Selasa.(sumber: kontan.co.id)
Kontak perkasa

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>