Bursa Asia dibuka naik saat dollar AS mengencang | PT Kontak Perkasa Futures


Kontak perkasa РBursa Asia bergerak lebih tinggi mengawali perdagangan Selasa (20/6) pagi. Di tengah penguatan dollar Amerika Serikat (AS) menyusul komentar petingi Federal Reserve perihal  kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 menguat 0,86 % dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,45 % pada awal perdagangan. Indeks S & P / ASX 200 diperdagangkan naik 0,05 %.

Gubuner Fed Chicago Charles Evans mengatakan dengan tingkat inflasi yang rendah namun akan naik mendorong Federal Reserve menaikkan suku bunga secara perlahan.

Komentar dari Evans mengikuti komentar pada hari Senin oleh Gubernur Fed New York William Dudley yang mengatakan bahwa inflasi harus meningkat saat pasar tenaga kerja membaik, yang memungkinkan Federal Reserve melanjutkan rencana untuk memperketat kebijakan moneter. Dollar menguat dan imbal hasil AS meningkat menyusul berita tersebut.

Dollar menguat terhadap sekeranjang mata uang saingannya untuk diperdagangkan setinggi 97,615 semalam. Indeks dollar terakhir diperdagangkan di 97.597. Sementara itu, yen diperdagangkan 111,72 ke dollar, level terendahnya sekitar tiga pekan.

Wall Street berakhir naik pada Senin (Selasa pagi WIB), dengan S&P 500 dan Dow mencapai rekor tertinggi didukung pertumbuhan sektor-sektor seperti teknologi dan kesehatan, karena investor meraih kembali kepercayaan terhadap perekonomian menyusul komentar-komentar positif pejabat Federal Reserve.

Indeks bioteknologi Nasdaq naik 2,5 %, peningkatan satu hari terbesar sejak Februari, sementara indeks perawatan kesehatan S&P mencapai rekor penutupan tertinggi.

Pengumuman Amazon.com pada Jumat (19/6) bahwa pihaknya akan membeli Whole Foods dan nada positif dari pembicara Federal Reserve tampak membantu meyakinkan kembali para investor setelah kenaikan suku bunga bank sentral AS minggu lalu, menurut J. Bryant Evans, manajer portofolio di Cozad Asset Management, di Champaign, Illinois.

Dow Jones Industrial Average naik 144,71 poin, atau 0,68 %, berakhir pada 21.528,99 poin, S&P 500 menguat 20,31 poin atau 0,83 % menjadi 2.453,46 poin dan Komposit Nasdaq naik 87,26 poin atau 1,42 % menjadi 6.239,01 poin.

Sektor keuangan S&P juga merupakan salah satu dari acuan yang menguat dengan kenaikan 0,98 % setelah Presiden Federal Reserve New York William Dudley mengatakan bahwa inflasi AS agak rendah namun akan naik karena kenaikan upah dan pasar tenaga kerja terus membaik, membiarkan The Fed melanjutkan secara bertahap mengetatkan kebijakan moneternya.

Komentar The Fed minggu lalu telah mengejutkan investor yang memperkirakan lebih berhati-hati, setelah beberapa data ekonomi AS lemah.

Sektor teknologi S&P berakhir naik 1,7 % setelah mengalami penurunan mingguan kedua berturut-turut, yang dipicu oleh ketakutan akan valuasi. Saham-saham teknologi telah memimpin S&P reli 9,6 % pada tahun ini.

Apple naik 2,9 % menjadi 146,34 dollar AS, memberikan dorongan terbesar untuk S&P, diikuti oleh JPMorgan Chase yang naik 2,2 % menjadi 88,07 dollar AS. Subsektor bank S&P 500 naik 1,3 %.

Dua kenaikan terbesar untuk indeks bioteknologi adalah Biogen Inc dan Onkologi Clovis. Biogen berakhir naik 3,5 % menjadi 260,54 dollar AS, setelah peringkatnya dinaikkan ke “netral” dari “jual” oleh UBS.

Saham Clovis Oncology melonjak 46,5 % menjadi 87,88 doloar AS, setelah data tahap akhir tentang obat kanker indung telurnya.

Saham-saham naik melebihi saham turun dengan rasio 1,76 berbanding satu di NYSE dan rasio 2,01 berbanding satu di Nasdaq.

Sekitar 6,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS dibandingkan dengan rata-rata 6,8 miliar untuk 20 sesi terakhir.

(sumber: kontan.co.id)
Kontak perkasa

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>