Buaya Raja Ampat. Takut..???


raja ampat kontak perkasa futuresKONTAK PERKASA FUTURES – Belum lama ini seorang turis asal Rusia, Sergey Lykhvar, ditemukan tewas karena diserang buaya di salah satu destinasi wisata internasional, Raja Ampat. Walau demikian, wisatawan tidak perlu takut mengunjungi surga para penyelam ini.

“Raja Ampat itu sudah paling aman,” kata Aran, seorang pemandu wisata lepas di Pulau Yeben, salah satu pulau di Raja Ampat, baru-baru ini.

Tanpa ditanya, Aran langsung menyinggung soal tewasnya Lykhvar, April lalu. Menurutnya, kejadian ini bisa terjadi hanya karena pria nahas itu bepergian sendiri.Selama didampingi oleh warga lokal atau pemandu wisata, dia menjamin tidak akan ada hal buruk yang terjadi pd wisatawan.

“Semuanya bisa dilakukan di sini, tidak ada yang tidak boleh. Berenang, naik gunung, semua aman,” kata Aran.

Pria asal Sorong itu mengatakan ketinggian gelombang di perairan Raja Ampat paling tinggi hanya mencapai 5 meter. Karena itu, aktivitas rekreasi di air dijamin aman.Hanya saja, pd waktu-waktu tertentu, memang tidak disarankan untuk turun ke lautan. Misalnya, pd saat arus sedang kencang & pada saat ?musim angin?.

“Musim angin itu antara Juli & Agustus, kadang memakan korban. Tapi itu pun kebanyakan kapal tradisional yg berlayar dari Sorong ke Raja Ampat. Kalau speedboat tidak masalah,” ujar Aran.

Untuk trekking atau mendaki gunung pun tidak ada masalah. Sudah tidak ada binatang buas yg mengancam keamanan wisatawan kecuali ular & buaya air payau yg menyerang Lykhvar.Walau demikian, dgn jasa pemandu wisata seperti Aran, turis dijamin tidak perlu bertemu dengan binatang-binatang itu. Dia juga menjamin wisatawan tidak perlu bertemu hiu di tempat-tempat yg ditunjukkan oleh pemandu.

“Hiu cuma ada di tengah lautan, jarang ada yg bertemu hiu. Cuma ada beberapa diver yg pernah bertemu,Sebenarnya ada satu lagi yg bahaya, babi hutan. Tapi sekarang kalau ada babi hutan justru masyarakat yg senang karena ada buruan,” kata Aran.

Saat ini, lanjut dia, tidak ada turis yg mengunjungi Raja Ampat tanpa bantuan pemandu. Kebanyakan paket wisata yg ditawarkan saat ini sudah termasuk dgn pemandu wisata.

Selain itu, jika wisatawan menginap di sebuah resort tanpa seorang pemandu, maka resort itu bertanggungjawab menugaskan seseorang untuk mengawalnya saat bepergian.Lalu bahaya apa yg mengancam para wisatawan? “Satu yg bahaya, yaitu cinlok (cinta lokasi), nanti tidak mau pulang,” kata Aran terkekeh.

Pernyataan Aran senada dgn Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo, yg mengatakan keamanan destinasi wisata andalan itu tetap terjamin.Dalam kejadian tewasnya Lykhvar ada faktor human error karena Lykhvar mengabaikan peraturan bahwa segala kegiatan di Raja Ampat harus didampingi pemandu.

“Raja Ampat sangat aman untuk wisata. Jangan men-judge Raja Ampat tidak aman. Kita tetap aman, asalkan pakai guide lokal,” kata Yusdi.

Peraturan di Raja Ampat, semua wisatawan harus didampingi pemandu saat beraktivitas baik snorkeling maupun diving. Setiap resort atau homestay di Raja Ampat pasti menyediakan fasilitas pemandu untuk para wisatawan.

“Diharapkan semua wisatawan selalu bersama guide lokal yang lebih paham situasi dan kondisi alam Raja Ampat,” jelas Yusdi.(Prz)

(1) Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>