Bangun Tidur Ku Terus…


PT KONTAK PERKASA FUTURES – Potongan lirik legendaris “bangun tidur ku terus mandi” karya Pak Kasur tampaknya mulai tak relevan dengan kehidupan masyarakat modern saat ini.

ceck smartphone pt kontak perkasa futures

PT Kontak Perkasa Futures – Menurut studi teranyar dari firma Deloitte, gaya hidup masyarakat sekarang mengarah ke “bangun tidur ku terus cek smartphone”.

Setidaknya 24 persen pengguna smartphone di negara-negara dunia ketiga mengimplementasikan gaya hidup baru tersebut.

Sementara itu, hanya 11 persen pengguna smartphone di negara-negara maju yg melancarkan pola hidup demikian.

Persentase di atas merupakan hasil survei & pengamatan dari 49.500 pengguna internet di 31 negara yg tersebar di enam benua.

Hal ini menunjukkan fakta menarik bahwa masyarakat negara berkembang cenderung lebih “terikat” dengan smartphone ketimbang masyarakat negara maju.

Meski gaya hidup “bangun tidur ku terus cek smartphone” mulai menjadi kebiasaan, persentasenya masih terhitung kecil. Masyarakat lebih banyak mengecek smartphone setelah lima menit bangun tidur.

Di negara berkembang, persentasenya mencapai 49 persen. Sementara di negara maju, cuma 31 persen masyarakatnya yg buka smartphone setelah lima menit bangun tidur.

Semakin lama rentang waktunya, semakin tinggi persentase masyarakat yg menilik ponsel pintar. Puncaknya terlihat setelah tiga jam tersadar dari alam mimpi.

Sebanyak 97 persen masyarakat di negara berkembang dipastikan mengecek smartphone setidaknya tiga jam setelah bangun tidur.

Persentase tak jauh beda di negara maju, dengan 95 persen masyarakat yg melakukan hal serupa.

Netizen di mana pun berada sepertinya sepakat bahwa aplikasi instant messaging adalah inti dari smartphone.

Buktinya, mayoritas masyarakat di negara maju (37 persen) & negara berkembang (35 persen) sontak mengecek aplikasi chatting begitu menggenggam ponsel pertama kali saat memulai hari.

Prioritas kedua bisa jadi e-mail atau media sosial. Masyarakat di negara maju (19 persen) cenderung memilih membuka e-mail ketimbang masyarakat di negara berkembang (11 persen).

Sebaliknya, dalam hal media sosial, masyarakat negara berkembang memimpin (22 persen) & masyarakat negara maju (10 persen) menyusul di belakang.

Aplikasi tentang cuaca & berita menjadi prioritas ketiga & keempat, baik di negara berkembang & negara maju.

Masing-masing punya persentase sama, yakni 6 persen untuk aplikasi cuaca & 5 persen untuk aplikasi berita.

Hal yg paling terakhir dibuka adalah browser mobile untuk berselancar maya suka-suka. Cuma 2 persen dari pengguna smartphone di negara maju yg mengutamakan browser, sementara di negara berkembang lebih banyak, yakni 5 persen.

Hasil penelitian ini sejatinya mengingatkan kita tentang intimitas antara masyarakat modern dengan smartphone.

Perangkat mungil itu sepertinya sudah menjadi sahabat terbaik yg tak boleh jauh-jauh dari pemiliknya sejak membuka mata di pagi hari.

(Prz – PT Kontak Perkasa Futures)

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>