AR-15, Senjata Favorit Para Pembunuh Massal di AS


ar-15 pt kontak perkasa futuresPT KONTAK PERKASA FUTURES – Omar Mir Seddique Mateen membawa 2 senjata saat memberondong para pengunjung kelab gay Pulse di Orlando, yaitu pistol Glock 9mm & senapan kaliber 223 AR-15, menewaskan 50 orang & melukai 53 lainnya. Pilihan senjata Mateen sudah bisa ditebak. Pasalnya, senapan serbu semi-otomatis AR-15 adalah senjata favorit para pembunuh massal di Amerika Serikat. Senjata yg sama digunakan dlm penembakan oleh simpatisan ISIS di San Bernardino thn lalu yg menewaskan 14 orang, pembantaian 27 siswa & guru di SD Sandy Hook, & pembunuhan 12 orang di bioskop Aurora, sama2x di tahun 2012.

AR-15 bisa dibeli oleh semua orang di AS dgn harga antara US$500-1.000 (Rp5.3 – 13 juta). Bahkan Mateen baru saja membelinya sebelum melancarkan aksi di kelab gay. Mendapatkan AR-15 mudah saja, tidak perlu ada waktu tunggu seperti halnya membeli pistol Glock. AR-15 adalah salah satu senjata paling laris bak kacang goreng di Amerika. Pada tahun 2013, National Shooting Sports Foundation memperkirakan ada antara 5-8 jt senjata ini yg beredar di pasaran.

AR-15 dulu digunakan oleh tentara AS dlm Perang Vietnam sebelum digantikan oleh M-16 yg dianggap lebih ringan. Dijuluki “Black Mamba” AR-15 kini menjadi versi sipil dari senjata militer AS. Sekali tekan pelatuk, AR-15 dgn varian tertentu ini bisa memuntahkan 45 butir peluru. Dgn modifikasi, senapan ini bisa menjadi sepenuhnya otomatis.
AR yg berarti Armalite pertama kali dikembangkan oleh Eugene Stoner, mantan marinir AS yg mendirikan perusahaan ArmaLite. Saat ini AR-15 masih diproduksi oleh berbagai perusahaan dgn banyak varian & tipe, di antaranya oleh Smith & Wesson, Daniel Defense & Sturm Ruger.

Tentara AS menggunakan AR-15s untuk berbagai operasi. Versi sipil AR-15 digemari karena memiliki daya tembak yg luar biasa & sangat mudah digunakan. Senapan ini menggunakan peluru diameter 223 inci, dgn kecepatan tembakan hingga hampir 1 km /detik. Para penggemar senapan mesin jg memilih AR-15 karena cocok untuk berbagai aksesoris, seperti teropong, peredam, popor tambahan, atau bayonet.

AR-15 juga cocok dgn berbagai jenis magasin. Mulai dari magasin berisi 30 s/d 50 peluru, berbentuk pisang seperti AK-17, atau berbentuk drum yg bisa memuat 100 peluru. Jenis magasin drum ini yg digunakan James Holmes menembaki 82 orang penonton bioskop di Aurora, Colorado, menewaskan 12 di antara mereka.
Popularitas AR-15 jg didorong oleh iklan dari NRA, Asosiasi Senapan Nasional AS. Dalam sebuah artikel pd Januari lalu, NRA menyebut AR-15 sbg “senapan paling populer di AS” yg bisa “dibeli dlm berbagai warna & pola”. NRA juga mengatakan AR-15 memiliki “banyak, banyak sekali aksesoris.”

Upaya melarang penjualan AR-15 untuk warga sipil menggema usai penembakan di SD Sandy Hooks. Penentangnya mengatakan bahwa senapan jenis ini hanya cocok digunakan oleh militer. (Prz) -?PT KONTAK PERKASA FUTURES