Mencari 'Surga Keluarga' di Selatan Kuta

Mencari ‘Surga Keluarga’ di Selatan Kuta


bali dynasty resort kontak perkasa futuresKONTAK PERKASA FUTURES – Bali, terkenal sebagai destinasi wisata internasional. Setiap harinya, tempat yg punya sebutan Pulau Dewata ini dikunjungi ribuan turis, baik domestik maupun mancanegara. Tujuan mereka bervariasi. Ada yg ingin mencari matahari dgn beraktivitas di pantai, ada yg ingin berpesta sepanjang malam, ada jg yg mencari ketenangan di pedesaan Ubud. Tapi, ada jg yg mencari destinasi wisata bagi seluruh anggota keluarga. Sayangnya, bukan hal yg mudah mencari akomodasi bagi keluarga di Bali. Terutama di Bali selatan, yg menjadi pusat kegiatan wisata & pesta di Pulau Seribu Pura.

Ambil contoh daerah Kuta. Di sepanjang jalan, toko suvenir, butik, restoran, mal, pasar, & pusat refleksi, berhimpitan. Kendaraan lalu-lalang nyaris sepanjang hari. Musik keras dari bar terus menghentak hingga pagi nyaris menjelang. Bisa dibayangkan, Kuta bukanlah tempat yg tepat untuk mengajak anak2x berlibur. Belum lagi, minimnya fasilitas yg aman bagi anak2x. Celah itulah yg kemudian menjadi fokus Bali Dynasty Resort. Berlokasi di Kuta, tidak jauh dari Discovery Kartika Plaza dan Park 23, mal terbaru di Bali, resort berusia 25 thn itu menyasar keluarga yg mencari tempat menginap sekaligus kegiatan edukatif bagi anak2x.

Dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali Dynasty Resort hanya berjarak 10 menit perjalanan. Namun, jika jalanan utama menuju hotel, macet, waktu perjalanan itu bisa bertambah menjadi 30-45 menit.Namun, memasuki hotel yg berjarak sekitar 300 meter dari jalan raya, hiruk-pikuk Kuta tidak lagi terdengar. Tamu akan disambut lobi besar berlangit2x tinggi serupa aula.

“Suasananya memang sengaja dibuat terbuka, agar angin & sinar matahari bebas masuk,” kata Agus Mahardana, Marketing & Public Relations Bali Dynasty Resort.

Satu hal yg menjadi pusat perhatian di Bali Dynasty Resort adalah taman besar yg langsung terlihat dari jendela2x yg terbuka. Taman itu bersambung dengan kolam, pool bar, restoran, jg taman bermain anak. Seluruh taman itu pun menjadi pemandangan apik dari jendela kamar2x hotel yg berada di sisi kiri & kanan.Bukan hanya tanaman hijau yg menghiasi taman, tapi juga kolam ikan koi & tujuh ekor bebek yg bebas menjelajah taman setiap hari.

“Bebek2x itu memang hidup di taman ini, sudah jadi bagian dari keluarga besar Bali Dynasty Resort,” kata Agus.

Surga Keluarga

Berbeda dgn hotel & resort lain di Bali, taman Bali Dynasty selalu penuh dgn anak2x yg terlihat bahagia bermain. Ada yg bermain seluncuran di kolam dgn perosotan, berenang di kolam besar, berlarian di taman, atau menunggu aksi balapan kodok yang digelar setiap sore. Mereka yg bosan dgn permaian luar ruang, bisa menuju ‘Kids Club’ & bermain sambil belajar. Mereka jg bisa nonton bareng bersama anak2x lain, atau bermain permainan tradisional Indonesia seperti congklak & bekel, selain video games. Anak2x yg lebih besar bahkan punya ruang khusus di lantai 2 ‘Kids Club’ yg menyediakan permainan lebih menantang seperti billiard mini, ping pong, serta game komputer.

“Tidak perlu khawatir meninggalkan anak2x, Kids Club kami punya kebijakan tidak ada orang dewasa boleh masuk, kecuali petugas. Jadi anak2x tetap aman,” kata Agus.

Untuk anak2x yg tertantang olahraga luar ruang ekstrem, Bali Dinasty menyediakan fasilitas unik bernama Trapeze Course. Seperti namanya, trapeze course berarti latihan trapeze alias olahraga ayun terbang, seperti yg kerap disaksikan di sirkus. Kelas trapeze ini diadakan setiap hari di Bali Dynasty, kecuali hari Minggu.

“Tidak hanya bagi anak2x, kelas trapeze ini jg bisa dilakukan oleh seluruh keluarga. Jadi ada hal lain yg bisa dilakukan seluruh keluarga, selain ke pantai & ke kuil,” terang Agus, yg menambahkan seluruh kegiatan ayun terbang itu akan didampingi oleh pelatih profesional & dilakukan dengan tali pengaman. Banyaknya aktivitas bagi anak2x itulah yg menjadikan Bali Dynasty jadi jujugan utama bagi turis keluarga. Hal itu jugalah yg ingin dijaga Bali Dynasty selama 25 thn beroperasi.

“Keluarga sudah jadi kata yg identik dgn Bali Dynasty Resort,” tutur Agus. Malah, bny turis yg kembali karena kedekatan itu. Para staf yg sudah bekerja puluhan thn di resort pun jadi bagian dari keluarga besar hotel, sama seperti para tamu.

“Staf hotel sudah kenal tamu2x, karena mereka sering dtg kembali,” imbuhnya, sembari menambahkan, salah satu tamu punya catatan menginap hingga 400 hari. “Tamu itu dari Australia, dari catatan kami, total lama dia menginap adalah 400 hari,” ungkap Agus.

Dominasi Australia

Berbicara tamu, Bali Dynasty Resort sudah jadi langganan turis Australia. “Hampir 60 % pasar kami adalah turis Australia,” terang Agus. Di tempat kedua adalah turis dari Asia, termasuk Singapura, Malaysia, India, & China, yg bersaing ketat dgn turis domestik. Sementara turis Eropa menempati pangsa pasar ketiga. Meskipun kurang populis di mata turis domestik, Agus tetap optimistis. “Kalau melihat dari tren, traveler millenials memang bukan merupakan pasar Bali Dynasty. Tapi, keluarga yg datang ke Bali & mencari one-stop-family-destination, Bali Dynasty jadi pertimbangan mereka,” kata pria ramah tersebut.

Oleh karena itu, selain aktivitas untuk keluarga, Bali Dynasty punya ?senjata? lain yg dikemas dlm bentuk kafe & restoran. Ada beberapa restoran yg bisa dinikmati bukan hny tamu hotel, tapi juga turis lain.

Diantaranya Golden Lotus yg menyediakan hidangan oriental, 5enses untuk menu sarapan continental buffet, kafe/bar upperdeck H20 serta Sunset Bar bagi penikmat senja, Cafe Piazza bagi penyuka afternoon tea, serta Gracie Kelly’s, pub bertema Irlandia yg jarang bisa ditemukan di Bali, yg menawarkan live music setiap harinya. (Prz)

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>